Meminimalkan Loss dalam Trading

Seperti yang sudah banyak diketahui bahwa bisnis online forex atau valas adalah jenis bisnis yang berpeluang untuk mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat tetapi juga berpotensi untuk menguras habis modal Anda dalam waktu yang sebentar pula. Oleh karena itu sangat penting bagi Anda untuk melakukan berbagai upaya untuk memperkecil resiko trading seperti panduan berikut ini

10 langkah untuk meminimalkan loss dalam trading.

  1. Over trade

Sangat tidak dianjurkan bagi trader untuk berlebihan dalam bertrading atau over trade karena akan sangat beresiko. Oleh karena itu penting bagi Anda untuk membuat perhitungan cermat sebelum memasukai pasar forex. Buatlah perencanaan tentang berapa jumlah lot yang hendak Anda tradingkan, berapa maksimal kerugian harian yang bisa Anda tolerir, angka yang disarankan adalah 10% dari modal. Selain itu tetapkan pula target keuntungan harian Anda dan konsistenlah dalam menerapkannya. Jika angka tersebut telah tercapai maka segeralah berhenti dan tutup akun Anda.

  1. Memahami dampak dari berita fundamental

Ada kalanya analisis teknikal yang sudah Anda rancang dengan maksimal ternyata begitu saja kandas. Para trader pun sering kali harus kecewa karena hasil tradingnya tak sesuai dengan harapan terutama bagi mereka yang melakukan transaksi dengan mengandalkan berita. Oleh karena itu sangat penting bagi Anda untuk mengerti secara detail tentang suatu berita yang hendak dipublikasikan dan carilah informasi sebanyak mungkin tentang efek dari berita tersebut.

Baca Juga : Fungsi dan Pentingnya Prediksi Forex untuk Trading

  1. Jangan bergantung kepada orang lain

Kecenderungan ini sering terjadi di beberapa media sosial, misalnya saat seorang trader memposting hasil tradingnya di forum atau media sosial lain dan hasilnya profit apalagi bila terjadi secara terus-menerus maka yang bersangkutan akan dipanggil master. Melihat kesuksesan orang ini lalu membuat trader yang lain terus-menerus bertanya, mengikuti open posisi, bahkan meminta sinyal dari trader master tersebut dengan harapan ikut mencicipi profit dari analisa orang lain.

Jika bantuan dari sang master ini memang membuahkan profit maka trader tersebut akan dipuji-puji tetapi bila ternyata hasil trading merugi, maka trader yang diikuti kemudian di-bully di forum. Tindakan ini tentu bukanlah hal yang bijaksana karena untuk menjadi trader profesional sebaiknya Anda percaya diri menggunakan analisa yang Anda buat sendiri terlepas dari apa hasilnya nanti. Hanya dengan melalui proses ini Anda bisa belajar dari kesalahan-kesalahan yang pernah Anda lakukan dari trading-trading Anda terdahulu. Selain itu Anda juga dapat menguji apakah teknik trading yang Anda gunakan ini efektif atau tidak.

  1. Terlalu percaya diri

Kepercayaan diri dalam trading memang dibutuhkan, tetapi jangan sampai Anda menjadi over confident. Hal ini bisa membawa efek yang besar dalam trading Anda karena Anda menjadi teledor dalam memonitor pasar sehingga tidak mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi. Harus disadari bahwa bisnis ini sangat fluktuatif dan tak ada orang yang tahu secara pasti kemana pergerakan arah pasar.

  1. Chartist

Istilah ini artinya adalah para trader yang terlalu mengandalkan grafik atau chart dalam trading mereka. Pada kenyataannya data fundamental atau kebijakan tertentu bisa saja merubah arah trend pasar walaupun memang pergerakan harga pada umumnya bergerak mengikuti pola yang sudah ada. Lebih bijaksana bila Anda mengombinasikan analisa fundamental dan teknikal pada akun trading Anda.

  1. Menggunakan stop loss

Memasang stop loss adalah antisipasi yang sangat penting bagi para trader walaupun hal ini seringkali membuat trader berada dalam dilema karena saat stop loss terkena, harga tentu akan berbalik arah kembali dari yang sudah diramalkan. Tetapi dari banyak trading yang terjadi, tak memasang stop loss justru akan membawa trader pada kerugian yang semakin besar. Pada awalnya terjadi loss kemudian berakhir pada auto cut.

  1. Menerapkan sistem trading yang sederhana

Banyak trader yang mengira bahwa merupakan hal yang bagus untuk menggunakan banyak indikator demi memperoleh arah trend yang baik termasuk untuk memperoleh banyak sinyal. Tetapi sayangnya hal ini justru sering membuat para trader bimbang karena setiap indikator akan memberikan sinyal yang berlainan. Oleh karena itu para trader profesional merekomendasikan untuk menggunakan 2 atau 3 indikator saja tapi benar-benar bisa Anda pahami. Seandainya Anda menggunakan 6 indikator dalam trading untuk memperoleh signal yang optimal Anda harus memahami indikator tersebut.

Bila dalam satu bulan Anda harus memahami 6 indikator tersebut maka pemahaman Anda akan masing-masing indikator tersebut tentu tak bisa semaksimal mungkin. Hal ini berbeda bila Anda hanya harus mempelajari 2 indikator saja dalam satu bulan, tentu tingkat pemahaman Anda akan lebih mendalam. Secara umum semua jenis indikator dapat Anda gunakan untuk memperoleh signal trading hanya saja dengan pemahaman yang berlainan. Selain itu Anda juga disarankan untuk menggabungkan indikator tersebut dengan fundamental.

  1. Menggunakan robot forex

Beberapa trader memilih untuk menggunakan Expert Advisor atau robot forex dalam sistem tradingnya. Agar tak perlu terus-menerus memonitor chart secara manual para trader ini memasukkan algoritma sistem tradingnya ke dalam sistem Expert Advisor. Hal ini memang kedengarannya praktis tetapi harus diingat bahwa trend pada pasar forex selalu berubah-ubah tanpa ada yang tahu kemana harga akan bergerak. Sebagai solusinya Anda bisa tetap menggunakan kemudahan ini tetapi jangan lalai mengontrol sistem robot trading tersebut dan selalu update sistemnya.

  1. Trading by moment

Untuk memperoleh peluang mendapatkan keuntungan Anda tak perlu melakukan entry posisi setiap hari. Untuk itu Anda disarankan untuk mengambil posisi hanya saat melihat ada moment yang bagus untuk memasuki market. Jika signal indikator ternyata tidak memberikan konfirmasi yang menjanjikan sebaiknya tak perlu mengambil posisi trading karena akan sangat beresiko.

  1. Menggunakan cut loss

Cut loss artinya menutup posisi saat Anda sedang mengalami kerugian karena harga yang bergerak melawan trading Anda. Untuk itu sebaiknya trader tak perlu ragu dalam memanfaatkan cut loss jika ternyata menurut analisa ulang yang Anda lakukan harga memang bergerak melawan Anda. Hal ini merupakan langkah antisipasi paling tepat untuk menghindari kerugian besar. Kebanyakan trader yang kehabisan modal adalah trader yang tak berani menggunakan cut loss hingga terkena auto cut.

Selain menerapkan 10 panduan di atas, untuk mempermudah trading, Anda juga bisa memanfaatkan sinyal gratis yang selama ini sering dibagikan pada forum-forum trading dan sosial media. Jadikan fasilitas ini sebagai second opinion tetapi jangan mengandalkan sinyal gratis ini sebagai keputusan untuk melakukan open posisi. Untuk mengecek akurasi sinyal gunakan akun demo sebelum mencobanya pada akun riil Anda. Terakhir, jangan pernah berhenti belajar karena seringkali para pemula dalam bisnis ini menganggap bahwa trading itu merupakan hal yang mudah.

Belajar trading secara serius dan terus-menerus akan semakin membuka wawasan Anda tentang trading karena sering dikatakan bahwa seluk-beluk dunia trading tersebut tanpa batas. Nah, semoga bermanfaat!

Leave a Reply